Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lagi, Harga Emas Tertekan ke US$4.100

avatar
· Views 14,110

Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lagi, Harga Emas Tertekan ke US$4.100
Federal Reserve (The Fed) kembali membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026. Risalah rapat FOMC September yang dirilis Rabu (7/10) menunjukkan mayoritas pejabat The Fed menilai kenaikan tambahan masih diperlukan untuk menghadapi inflasi yang belum kembali ke target 2%.

Namun, The Fed belum memberikan sinyal pasti mengenai kapan kenaikan tersebut akan dilakukan. Keputusan berikutnya tetap akan bergantung pada data ekonomi dan perkembangan risiko inflasi.

Proyeksi Pejabat The Fed — Kenaikan di 2026

16 dari 18

Pejabat memperkirakan masih ada kenaikan suku bunga

Dalam risalah tersebut, mayoritas peserta rapat menilai kenaikan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun kemungkinan masih tepat. Dari 18 pejabat The Fed yang memberikan proyeksi, 16 memperkirakan masih akan ada kenaikan suku bunga pada 2026.

The Fed Masih Lihat Inflasi sebagai Masalah

Pada pertemuan 15-16 September, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% - 4,00%. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dalam tiga tahun. Salah satu alasan utamanya adalah inflasi yang masih berada di atas target 2%.

PCE Agustus (YoY)

3,4%

Core PCE Agustus (YoY)

3,0%

Data PCE Agustus menunjukkan inflasi utama berada di 3,4% secara tahunan, sedangkan inflasi inti mencapai 3%. Meskipun tekanan inflasi tidak setinggi beberapa periode sebelumnya, keduanya masih cukup jauh dari target The Fed.

Kondisi ekonomi AS juga belum menunjukkan pelemahan yang cukup besar untuk memaksa The Fed segera melonggarkan kebijakan. Karena itu, sejumlah pejabat masih melihat perlunya mempertahankan tekanan terhadap permintaan melalui suku bunga yang lebih tinggi.

Oktober Kemungkinan Hold, Desember Jadi Fokus

Menariknya, meski mayoritas pejabat masih menginginkan satu kenaikan lagi tahun ini, pasar justru tidak terlalu memperkirakan kenaikan pada pertemuan Oktober. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan pada Oktober hanya sekitar 18%, sementara peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 80%, berdasarkan pricing pasar FedWatch.

Peluang Naik — Oktober

~18%

Peluang Naik — Desember

~80%

The Fed akan menggelar pertemuan berikutnya pada 27-28 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan 8-9 Desember. Jadi, skenario yang sedang diperhatikan pasar adalah:

• Oktober → kemungkinan suku bunga tetap

• Desember → peluang kenaikan masih cukup besar

Tetapi skenario ini masih bisa berubah jika data inflasi, tenaga kerja, konsumsi, atau pertumbuhan ekonomi AS memberikan kejutan.

Treasury Yield Naik, Dolar AS Ikut Menguat

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi ikut menjaga imbal hasil US Treasury di level tinggi. Yield Treasury 10 tahun berada di sekitar level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, sementara yield 30 tahun juga mendekati level tertinggi sejak 2002.

Kenaikan yield membuat instrumen berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Di saat yang sama, dolar AS kembali menguat. Pada perdagangan Rabu, indeks dolar naik sekitar 0,4%, memberikan tekanan tambahan terhadap emas.

Emas Jatuh ke Level Terendah Sejak Agustus

XAU/USD

▼ US$4.113,89

Turun ~1,2% — terendah sejak 5 Agustus

Emas Berjangka AS

▼ US$4.140,70

Turun ~1,1%

Tekanan tersebut langsung terasa di pasar emas. XAU/USD turun sekitar 1,2% pada sesi awal Asia ke US$4.113,89 per troy ounce dan sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus. Tekanan terhadap emas datang dari dua arah:

1  Dolar AS menguat

Karena emas dihargai dalam dolar, penguatan USD membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

2  Treasury yield meningkat

Emas tidak memberikan bunga. Ketika yield obligasi AS naik, opportunity cost memegang emas ikut meningkat sehingga sebagian investor dapat memilih aset berbasis yield.

Level US$4.000 Jadi Perhatian Trader

Dengan harga yang sudah turun ke sekitar US$4.100, area US$4.000 mulai menjadi level psikologis penting yang perlu diperhatikan trader. Jika tekanan dari dolar dan Treasury yield berlanjut, emas masih berpotensi menguji area tersebut. Salah satu analis yang dikutip Reuters memperkirakan emas dapat menguji sekitar US$4.000 sebelum kembali pulih, dengan peluang menuju US$4.400 pada akhir tahun jika faktor pendukung jangka panjang kembali dominan.

Di sisi lain, untuk membalikkan momentum jangka pendek, emas perlu menunjukkan kemampuan untuk kembali menembus resistance yang lebih tinggi. Analis Pepperstone melihat area sekitar US$4.275 sebagai level penting untuk membuat outlook jangka pendek kembali lebih positif.

Intinya, pasar sekarang berada di antara dua kekuatan: The Fed masih membuka pintu untuk kenaikan suku bunga, sementara permintaan struktural terhadap emas dari bank sentral dan investor jangka panjang masih cukup kuat.

Untuk trader, pergerakan DXY dan Treasury yield jadi dua indikator penting untuk diperhatikan bersama XAU/USD. Jangan hanya melihat keputusan suku bunganya, tapi juga bagaimana ekspektasi pasar berubah setelah setiap data ekonomi AS dirilis.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 6
avatar
Hadeh naik lg yah
avatar
Makin kuat nih dolar
avatar
Mnatapp waktunya timbun emas inimah
avatar
Hadeh 😳
avatar
Ayo gas 3900
avatar
Turun bebas sih bau2 nya rp

-KẾT THÚC-

  • tradingContest