
Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (14/8) pagi. Rupiah berada di level Rp17.868 per dolar AS, naik 9 poin atau 0,15% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung beragam. Yen Jepang menguat 0,03%, dolar Singapura naik 0,02%, won Korea Selatan terapresiasi 0,36%, sementara yuan China menguat tipis 0,01%.
Di sisi lain, peso Filipina melemah 0,10%, sedangkan ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong bergerak relatif stabil terhadap dolar AS.
Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Euro menguat 0,06%, poundsterling Inggris naik 0,04%, dan dolar Kanada terapresiasi 0,01%. Franc Swiss stabil, sementara dolar Australia melemah tipis 0,01%.
Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih memiliki ruang untuk menguat, meski pergerakannya cenderung terbatas.
Menurutnya, dolar AS masih menghadapi tekanan setelah sejumlah data ekonomi AS, khususnya inflasi dan pasar tenaga kerja, menunjukkan hasil yang lebih lemah.
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data inflasi dan pekerjaan AS lebih lemah,” ujar Lukman.
Data ekonomi AS yang lebih lemah dapat mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi daya tarik dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
Namun, investor masih berhati-hati karena perkembangan geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya memberikan kepastian.
Pasar Menanti Pidato RAPBN Prabowo
Selain faktor global, perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini juga tertuju pada agenda domestik.
Investor akan mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang dijadwalkan berlangsung sore ini.
Menurut Lukman, isi pidato tersebut dapat menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar karena memberikan gambaran mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.
“Selain itu, dari domestik investor mengantisipasi pidato RAPBN oleh Prabowo sore ini,” tambahnya.
Rupiah Diperkirakan Bergerak di Rp17.800-Rp17.900
Dengan mempertimbangkan perkembangan dolar AS, data ekonomi global, kondisi geopolitik, serta sentimen domestik, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan sangat bergantung pada apakah tekanan terhadap dolar AS berlanjut serta bagaimana pasar merespons perkembangan geopolitik dan arah kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia.
Untuk saat ini, rupiah masih menunjukkan penguatan, tetapi pasar tampaknya belum memiliki alasan kuat untuk mendorong apresiasi secara agresif.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
