
Kalau kamu baru mulai belajar forex, pasti istilah mata uang biasanya jadi salah satu hal pertama yang bikin bingung. Kenapa sih harus ada dua mata uang dalam satu transaksi? Kenapa ada EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, sampai USD/IDR? Terus, kalau dolar Amerika menguat, nah sebenarnya mata uang mana yang lagi melemah?
Kelihatannya emang sederhana, tapi memahami hubungan antar-mata uang ini justru menjadi dasar penting sebelum masuk ke analisis forex.
Di artikel ini, kita akan membahas forex mata uang dari dasar sampai hal-hal yang sering dilewatkan pemula, termasuk cara membaca currency pair, kenapa dolar AS sangat dominan, faktor yang membuat nilai mata uang bergerak, dan contoh sederhana supaya konsepnya lebih gampang dipahami.
Apa Itu Forex Mata Uang?
Forex adalah singkatan dari foreign exchange, yaitu pasar tempat mata uang dari berbagai negara diperdagangkan dan ditukarkan satu sama lain. Bedanya dengan saham yang biasanya membahas harga satu perusahaan, forex selalu melibatkan dua mata uang sekaligus.
Contohnya:
- EUR/USD
- GBP/USD
- USD/JPY
- AUD/USD
- USD/CHF
- USD/CAD
- USD/IDR
Dalam forex, kita sebenarnya sedang membandingkan nilai satu mata uang terhadap mata uang lainnya. Misalnya EUR/USD berada di angka 1,1700. Artinya, secara sederhana, 1 Euro bernilai sekitar 1,17 Dolar AS.
Kalau EUR/USD naik dari 1,1700 menjadi 1,1800, artinya Euro menguat terhadap Dolar AS, atau bisa juga dilihat sebagai Dolar AS yang melemah terhadap Euro.
Ini bagian yang penting: forex bukan sekadar beli Dolar atau jual Euro. Yang diperdagangkan adalah perubahan nilai satu mata uang terhadap mata uang lainnya.
Kenapa Sih Mata Uang Forex Selalu Berpasangan?
Mata uang memiliki nilai relatif terhadap mata uang lain. Contohnya, kamu pergi ke money changer dan menukar rupiah menjadi dolar AS. Kamu akan mendapatkan nilai tukar tertentu.
Misalnya: USD/IDR = Rp18.000
Artinya, secara sederhana, 1 dolar AS setara dengan Rp18.000.
Nah misalnya kurs berubah menjadi: USD/IDR = Rp18.500, maka untuk mendapatkan 1 dolar AS, kamu membutuhkan lebih banyak rupiah. Dengan kata lain, Rupiah melemah terhadap Dolar AS.
Konsep yang sama digunakan dalam pasar forex, hanya saja perdagangan di pasar forex berlangsung dalam skala dan mekanisme yang jauh lebih besar.
Cara Membaca Currency Pair Forex
Currency pair atau pasangan mata uang terdiri dari dua mata uang.
Contohnya: EUR/USD > Mata uang pertama disebut base currency, sedangkan mata uang kedua disebut quote currency.
Jadi:
EUR/USD
EUR = base currency
USD = quote currency
Kalau EUR/USD = 1,1700, artinya: 1 EUR = 1,17 USD
Sekarang coba lihat USD/JPY.
Misalnya: USD/JPY = 148,00
Artinya: 1 USD = 148 JPY
Jadi, angka di belakang pair menunjukkan berapa banyak quote currency yang dibutuhkan untuk membeli 1 unit base currency.
Kelihatannya sepele, tetapi kesalahan membaca posisi mata uang ini cukup sering terjadi pada trader baru.
Base Currency dan Quote Currency Itu Penting
Kesannya pusing dan membingungkan? Tenang... ada cara gampang kok buat inget semua ini.
Lihat: GBP/USD = 1,3500
Artinya: 1 GBP bernilai 1,35 USD.
Kalau GBP/USD naik menjadi 1,3600, maka pound menguat terhadap dolar. Sebaliknya, kalau turun menjadi 1,3400, maka pound melemah terhadap dolar.
Sekarang lihat: USD/JPY = 150,00
Artinya: 1 USD bernilai 150 JPY.
Kalau USD/JPY naik ke 151,00, dolar menguat terhadap yen.
Jadi jangan langsung menganggap angka yang naik berarti "mata uang pertama selalu kuat" tanpa memahami konteksnya. Yang dibandingkan selalu mata uang pertama terhadap mata uang kedua.
Jenis-Jenis Mata Uang dalam Forex
Secara umum, currency pair forex sering dibagi menjadi tiga kelompok: major pairs, minor pairs, dan exotic pairs.
1. Major Currency Pairs
Major pairs adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan dan biasanya melibatkan dolar AS.
Contohnya:
- EUR/USD
- GBP/USD
- USD/JPY
- USD/CHF
- AUD/USD
- USD/CAD
- NZD/USD
Pasangan ini banyak diperhatikan karena likuiditasnya tinggi dan informasi ekonominya relatif mudah ditemukan. Menurut survei Bank for International Settlements (BIS) 2025, dolar AS berada di salah satu sisi sekitar 89,2% transaksi forex global pada April 2025. Euro berada di sekitar 28,9% dan yen Jepang 16,8%.
Angka tersebut juga menjelaskan kenapa berita tentang ekonomi Amerika Serikat sering memiliki dampak besar terhadap pasar forex secara keseluruhan.
2. Minor Currency Pairs
Minor pair biasanya melibatkan mata uang besar, tetapi tidak melibatkan USD.
Contohnya:
- EUR/GBP
- EUR/JPY
- GBP/JPY
- AUD/JPY
- EUR/CHF
Contohnya EUR/GBP. Di sini trader membandingkan euro dengan pound secara langsung. Jadi, kalau ada perubahan besar pada ekspektasi ekonomi Eropa atau Inggris, EUR/GBP bisa bergerak meskipun dolar AS bukan bagian dari pair tersebut.
3. Exotic Currency Pairs
Exotic pair biasanya menggabungkan mata uang utama dengan mata uang dari negara berkembang atau pasar yang lebih kecil.
Contohnya:
- USD/IDR
- USD/TRY
- USD/THB
- USD/MXN
- USD/ZAR
Pair kaya gini bisa memiliki karakter yang berbeda dari major pair. Spread dapat lebih lebar dan pergerakannya bisa lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, likuiditas, maupun sentimen pasar. Karena itu, trader pemula sebaiknya gak hanya melihat potensi pergerakannya, tetapi juga memahami spread, likuiditas, volatilitas, dan risiko sebelum memilih pair.
Mata Uang Forex yang Paling Banyak Diperdagangkan
Kalau melihat data global, beberapa mata uang memiliki peran yang jauh lebih besar dibanding lainnya.
Data BIS untuk April 2025 menunjukkan:
Mata uang Pangsa transaksi forex global
- USD 89,2%
- EUR 28,9%
- JPY 16,8%
- GBP 10,2%
- CNY 8,5%
- CHF 6,4%
Persentase tersebut tidak dijumlahkan menjadi 100% karena setiap transaksi forex melibatkan dua mata uang. Hal menariknya, renminbi China (CNY) terus meningkat perannya. BIS mencatat CNY mencapai sekitar 8,5% dari turnover forex global pada 2025. Jadi, kalau selama ini kamu mengira forex hanya soal dolar, euro, dan yen, sebenarnya pasar mata uang jauh lebih luas.
Kenapa Ya Dolar AS Sangat Dominan di Forex?
Ada alasan kenapa hampir setiap trader forex sangat memperhatikan USD. Dolar AS bukan hanya mata uang Amerika Serikat. USD juga memiliki peran penting dalam perdagangan internasional, sistem keuangan global, cadangan devisa, dan pasar keuangan. Akibatnya, banyak transaksi internasional menggunakan dolar sebagai salah satu mata uang perantara.
BIS bahkan menyebut dolar sebagai vehicle currency, karena banyak transaksi mata uang melibatkan USD. Sepuluh currency pair dengan turnover terbesar pada survei 2025 seluruhnya melibatkan dolar AS.
Inilah salah satu alasan kenapa ketika ada berita besar dari Amerika Serikat, pasar forex global bisa ikut bereaksi.
Apa yang Membuat Nilai Mata Uang Bisa Naik dan Turun?
Nilai mata uang gak bergerak secara acak. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhinya. Beberapa yang paling penting adalah sebagai berikut.
1. Suku Bunga Bank Sentral
Suku bunga menjadi salah satu faktor yang paling sering diperhatikan trader forex. Misalnya, pasar memperkirakan bank sentral suatu negara akan menaikkan suku bunga.
Ekspektasi tersebut dapat meningkatkan daya tarik aset dalam mata uang negara tersebut, meskipun hubungan antara suku bunga dan kurs gak selalu sesederhana "suku bunga naik = mata uang pasti naik".
Yang lebih penting bagi trader adalah perubahan ekspektasi pasar. Contohnya, kalau pasar sudah memperkirakan kenaikan suku bunga 0,25%, tetapi bank sentral justru memberikan sinyal kenaikan yang lebih agresif, mata uangnya bisa mendapatkan dorongan. Sebaliknya, kalau kenaikan suku bunga sudah sepenuhnya diperkirakan pasar, reaksinya bisa lebih kecil.
2. Inflasi
Inflasi juga berpengaruh terhadap mata uang. Trader biasanya memperhatikan data seperti:
- CPI
- Core CPI
- PPI
- PCE
- Core PCE
Bukan cuma angka aktual yang penting, tetapi juga perbandingan antara Actual vs Forecast vs Previous
Misalnya:
- Forecast inflasi: 3,2%
- Actual: 3,6%
Angka yang lebih tinggi dari ekspektasi bisa membuat pasar mengubah perkiraan kebijakan bank sentral. Dari sinilah data inflasi bisa berdampak ke forex.
3. Data Tenaga Kerja
Untuk dolar AS, salah satu data yang sering menjadi perhatian adalah laporan pasar tenaga kerja, termasuk Nonfarm Payrolls atau NFP.
Kenapa? Karena kondisi tenaga kerja dapat memengaruhi pandangan pasar terhadap ekonomi dan kebijakan Federal Reserve. Kalau data tenaga kerja jauh lebih kuat dari perkiraan, pasar bisa menilai ekonomi masih cukup solid.
Namun sekali lagi, reaksinya gak selalu otomatis. Trader juga melihat angka lain seperti tingkat pengangguran, pertumbuhan upah, inflasi, dan komunikasi bank sentral.
4. Pertumbuhan Ekonomi
Data GDP, aktivitas manufaktur, konsumsi, penjualan ritel, hingga sektor jasa dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi suatu negara. Kalau perekonomian terlihat semakin kuat, mata uangnya bisa mendapatkan dukungan. Sebaliknya, tanda-tanda perlambatan ekonomi dapat menekan mata uang.
Tapi pasar forex biasanya bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap masa depan, bukan sekadar kondisi ekonomi saat ini. Ini alasan kenapa sebuah data ekonomi yang terlihat "bagus" justru kadang membuat mata uang turun.
5. Kondisi Politik dan Geopolitik
Perang, konflik geopolitik, pemilu, kebijakan perdagangan, sanksi ekonomi, dan ketidakpastian politik juga bisa memengaruhi mata uang. Ketika pasar menjadi sangat khawatir, investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman dan likuid. Karena itu, situasi geopolitik bisa membuat pergerakan forex menjadi jauh lebih cepat daripada biasanya.
Contoh Sederhana: Kenapa Berita AS Bisa Menggerakkan EUR/USD?
Misalnya EUR/USD berada di 1,1700. Kemudian data ekonomi AS keluar jauh lebih kuat dari perkiraan.
Pasar mulai berpikir: "Kalau ekonomi AS kuat, mungkin kebijakan moneter AS akan lebih ketat dari yang diperkirakan."
Akibatnya, permintaan terhadap USD bisa meningkat.
Misalnya EUR/USD kemudian turun menjadi 1,1550.
Perhatikan bahwa pair turun. Ini bukan berarti "Euro tiba-tiba hilang nilainya". Artinya, Euro melemah relatif terhadap Dolar, atau Dolar menguat relatif terhadap Euro.
Inilah cara berpikir yang perlu dibangun saat membaca forex.
Kesalahan Pemula Saat Belajar Forex Mata Uang
Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi sama trader pemula:
Salah memahami arah pair
Melihat USD/JPY naik, terus langsung menyimpulkan "Yen naik". Padahal USD/JPY naik berarti Dolar menguat relatif terhadap Yen.
Hanya melihat satu mata uang
Menganalisis EUR/USD cuma dari berita Eropa tanpa melihat kondisi USD bisa membuat analisis menjadi setengah cerita.
Menganggap berita bagus pasti membuat mata uang naik
Pasar bereaksi terhadap ekspektasi, bukan hanya berita aktual.
Mengabaikan spread dan volatilitas
Pair dengan pergerakan besar gak berarti selalu lebih menguntungkan.
Terlalu mengandalkan leverage
Leverage bisa memperbesar daya beli, tetapi juga dapat memperbesar kerugian. Hati hati saat menentukan leverage.
Trading tanpa memahami nilai pip
Trader sebaiknya mengetahui berapa nilai pergerakan harga terhadap ukuran posisi sebelum membuka transaksi.
Kesimpulan
Memahami forex mata uang sebenarnya gak harus dimulai dari indikator yang rumit. Kamu bisa mulai dari konsep paling dasar: forex adalah perdagangan nilai relatif antara dua mata uang.
Saat melihat EUR/USD, pikirkan hubungan euro terhadap dolar. Saat melihat USD/JPY, pikirkan hubungan dolar terhadap yen. Dan ketika melihat USD/IDR, pahami bahwa pergerakannya mencerminkan perubahan nilai dolar relatif terhadap rupiah. Setelah memahami konsep tersebut, barulah masuk ke faktor yang menggerakkan mata uang seperti suku bunga, inflasi, data tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, kebijakan bank sentral, hingga sentimen global.
Dan satu hal yang gak kalah penting: jangan hanya mencari mata uang yang "akan naik". Cari tahu mata uang mana yang relatif lebih kuat dibandingkan pasangannya dan kenapa. Itulah salah satu dasar berpikir yang membedakan sekadar melihat chart dengan benar-benar memahami pasar forex.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-