Harga emas pulih dari level terendah satu minggu potensi kenaikan tampaknya terbatas di tengah kebijakan Fed yang ketat dan penguatan USD

avatar
· Views 635
Harga emas pulih dari level terendah satu minggu potensi kenaikan tampaknya terbatas di tengah kebijakan Fed yang ketat dan penguatan USD

  • Harga emas melanjutkan tren penurunannya untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Jumat di tengah penguatan Dolar AS.
  • Kecenderungan kebijakan moneter yang ketat dari The Fed terus menopang dolar AS dan menekan harga emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
  • Wakil Presiden AS membatalkan perjalanan ke Swiss untuk pembicaraan dengan Iran, yang semakin menguntungkan dolar AS.

 

Emas (XAU/USD) sedikit pulih dari level terendah lebih dari seminggu yang dicapai pada Jumat pagi, meskipun potensi kenaikan tampaknya terbatas di tengah fundamental yang bearish. Di tengah kecenderungan hawkish Federal Reserve AS (Fed), ketidakpastian seputar putaran negosiasi AS-Iran berikutnya terus mendorong Dolar AS (USD) naik untuk hari ketiga berturut-turut. Bahkan, Indeks USD (DXY), yang melacak nilai Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, melonjak ke level tertinggi baru sejak Mei 2025 dan diperkirakan akan melemahkan permintaan terhadap komoditas tersebut.

Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dalam kisaran target saat ini 3,5% hingga 3,75% pada akhir pertemuan pertama di bawah Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh. Namun, grafik proyeksi suku bunga (dot plot) menunjukkan bahwa sembilan dari 19 anggota Fed yang berkomitmen percaya bahwa mereka perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini jika inflasi tetap tinggi. Lebih lanjut, komentar Kevin Warsh selama konferensi pers pasca-pertemuan sangat berfokus pada stabilitas harga, menunjukkan bahwa Fed mungkin tidak akan terburu-buru untuk memangkas suku bunga bahkan di tengah penurunan pertumbuhan.

Menurut FedWatch Tool dari CME Group, para pedagang sekarang memperkirakan peluang 70% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada bulan September. Hal ini membuat imbal hasil obligasi Treasury AS tetap tinggi dan terus mendukung dolar AS. Sementara itu, optimisme yang dipicu oleh kesepakatan perdamaian sementara AS-Iran memudar karena isu-isu kunci antara kedua negara tetap belum terselesaikan. Selain itu, Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan rencana perjalanannya untuk berunding dengan Iran di Swiss, dengan mengatakan bahwa pertemuan tersebut belum final. Ditambah lagi, serangan udara Israel di Lebanon mengancam akan menggagalkan kesepakatan AS-Iran.

Tanda-tanda peningkatan ketegangan baru di Timur Tengah dan kurangnya kemajuan dalam negosiasi AS-Iran dapat semakin mendorong penguatan USD sebagai aset safe-haven. Sementara itu, likuiditas kemungkinan akan tetap rendah di tengah libur bank AS untuk memperingati Hari Kemerdekaan Nasional Juneteenth. Meskipun demikian, emas tampaknya akan mencatat kerugian untuk minggu ketiga berturut-turut karena fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan lebih lanjut seputar krisis Timur Tengah.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest