Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menyentuh level tertingginya di level 7.900 pada Kamis (19/9), namun langsung anjlok di level 7.743 pada hari berikutnya. Penurunan tersebut terutama didorong oleh anjloknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) akibat dikeluarkan dari indeks FTSE. Kenaikan IHSG belakangan ini didorong oleh saham-saham tertentu yang dinilai overvalued, sementara saham-saham yang secara fundamental kuat justru tertinggal. Para peneliti memproyeksikan IHSG masih akan tertekan dalam jangka pendek akibat koreksi yang masih terjadi dan aksi ambil untung pada saham-saham yang sudah overbought. Namun, ada optimisme akan terjadi rebound pada akhir tahun 2024. Target IHSG hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 8.150 dan ada peluang sebesar 55% untuk bergerak di kisaran 7.920-8.080. Faktor penting yang memengaruhi IHSG antara lain potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia, pelantikan presiden dan wakil presiden baru, serta pemilihan anggota kabinet baru. Beberapa sektor yang berpotensi menjadi penopang IHSG adalah keuangan, properti, barang konsumsi, dan otomotif. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diantisipasi di atas 4,9%, dan inflasi diperkirakan di bawah 3%. Namun, proyeksi tersebut bergantung pada faktor makroekonomi global, termasuk langkah agresif yang diambil oleh Amerika Serikat. Sektor potensial pendukung IHSG lainnya adalah properti karena adanya insentif uang muka dan suku bunga, serta perusahaan komoditas. Secara keseluruhan, ada optimisme yang hati-hati terhadap rebound IHSG pada akhir tahun 2024.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
