Mengerek Kembali Harga Saham, Buffett Agresif Gelar Buyback Saham

avatar
· Views 83

Mengerek Kembali Harga Saham, Buffett Agresif Gelar Buyback Saham

Investor kawakan Warren Buffett terus melanjutkan strategi menghadapi ancaman pandemi. Kini Buffett melancarkan aksi pembelian kembali atau buyback saham  Berkshire Hathaway Inc.  

Alasannya bisnis Berkshire Hathaway mulai menjalani pemulihan yang kuat dari kontraksi di awal pandemi virus korona yang memicu rebound dalam laba dan pendapatan. Buffett membeli kembali US$ 6 miliar sahamnya sendiri pada kuartal kedua 2021.
Aksi buyback  Buffett saat pandemi ini memang beberapa kali terjadi. Sejak akhir tahun 2019 ketika jumlah sahamnya menurun, Buffett gemar buyback  hingga total pembelian kembali saham menjadi sekitar US$ 39 miliar.

Buffett secara agresif membeli kembali saham Berkshire karena valuasi pasar saham yang tinggi dan pertumbuhan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC). Sehingga pembelian seluruh perusahaan tampak terlalu mahal.
Valuasi juga memainkan peran dalam Berkshire menjual hingga US$  1,1 miliar lebih banyak saham daripada yang dibeli di kuartal tersebut. Penjualan bersih tersebut menjadikan  uang kas Berkshire hingga Juni 2021 senilai  US$ 144,1 miliar.

"Mengingat penilaian saham, kita harus mengharapkan pembelian kembali Berkshire menjadi sumber penyebaran modal yang disukai," ujar Jim Shanahan,  analis Edward Jones dikutip dari Reuters, Minggu (8/8).
Harga saham Berkshire naik 23,7% pada 2021 dan melampaui kenaikan S&P 500 yang mencapai 18,1%, setelah sebelumnya membuntuti indeks tersebut secara signifikan pada  tahun 2019 dan 2020.

Pada kuartal kedua 2021, kinerja perusahaan juga tercatat positif dengan laba operasional naik 21% menjadi US$ 6,69 miliar. Lalu, laba bersih naik 7% menjadi senilai US$ 28,1 miliar didukung oleh keuntungan yang belum direalisasi dalam investasi Berkshire senilai US$192 miliar di Apple Inc, Bank of America Corp dan American Express Corp.

Menurut Shanahan, hasil tersebut cukup kuat dan mencerminkan kekuatan ekonomi yang luas. Ia juga merekomendasikan membeli saham Berkshire dan menaikkan perkiraan pendapatannya hingga tahun 2022.

Tahun lalu bisnis manufaktur, layanan dan ritel dari perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska ini terpukul hebat karena aktivitas ekonomi yang anjlok. Akibat pandemi, bisnis menurun apalagi  konsumen tetap di rumah.
Meski demikian, perusahaan saat ini mengatakan, kereta api BNSF, diler mobil senama dan unit perumahan adalah di antara banyak bisnis yang melihat pemulihan signifikan. Meskipun ada  tantangan seperti gangguan rantai pasokan dan biaya yang lebih tinggi .
Laba BNSF melonjak 34% menjadi US$ 1,52 miliar, karena pengecer mengisi kembali persediaan dan permintaan membengkak untuk produk bangunan, biji-bijian dan batu bara. BNSF adalah salah satu dari tujuh perusahaan kereta api terbesar di  Amerika Utara.
Sementara  penjualan kendaraan pada  semester pertama tumbuh sekitar 30% di diler Berkshire Hathaway Automotive.           

Dicetak ulang dari Insight Kontan, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0
Chưa có bình luận nào. Hãy là người đầu tiên chia sẻ ý kiến của bạn.

  • tradingContest