Wall Street Turun, Indeks Nasdaq Tertekan Kenaikan Yield US Treasury

avatar
· Views 68

Wall Street Turun, Indeks Nasdaq Tertekan Kenaikan Yield US Treasury

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street turun di awal perdagangan pekan ini. Indeks Nasdaq yang berisi saham-saham teknologi tumbang akibat kenaikan imbal hasil US Treasury yang naik.

Senin (4/10) pukul 21.20 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,10% ke 34.291. Indeks S&P 500 melemah 0,57% ke 4.332. Sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,54% ke 14.344.

Kenaikan imbal hasil US Treasury didukung oleh data terbaru yang menunjukkan peningkatan belanja konsumen, aktivitas pabrik yang lebih laju, dan pertumbuhan inflasi yang meningkat. Alhasil para pelaku pasar bertaruh bahwa Federal Reserve dapat mulai memperketat kebijakan moneter lebih cepat daripada harapan.

Harga saham perusahaan papan atas termasuk Apple Inc, Facebook Inc, Microsoft Corp, Alphabet Inc dan Amazon.com Inc turun antara 0,9% dan 3,9%. Sektor teknologi dan layanan komunikasi S&P 500 masing-masing jatuh lebih dari 1,5%, memimpin penurunan di antara 11 indeks sektor utama S&P 500.

"Dalam kondisi kenaikan bunga, secara saham-saham yang sensitif terhadap ekonomi dan berkaitan dengan siklus ekonomi lebih dihargai ketimbang saham teknologi. Bukan berarti saham teknologi akan runtuh, hanya untuk mengatakan bahwa saham siklikal akan menguat dalam beberapa bulan mendatang," kata Thomas Hayes, anggota pengelola di Great Hill Capital LLC di New York kepada Reuters.

Hayes mengatakan bahwa pasar benar-benar mencermati pemerintah Amerika Serikat (AS) yang tidak dapat mencapai kesepakatan tentang anggaran infrastruktur, rencana pengeluaran sosial, dan kenaikan batas utang.

Meski indeks utama turun, ada sejumlah saham yang mampu menanjak. Saham Merck & C menguat 3,2% dan melanjutkan kenaikan di akhir pekan lalu setelah mengembangkan pil antivirus eksperimental untuk mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah. Harga saham Tesla Inc naik 2,6% setelah mengirimkan rekor mobil listrik pada kuartal ketiga. 

Pasar keuangan juga menunggu rencana baru Presiden AS Joe Biden tentang strategi perdagangan China. Perwakilan Dagang AS Katherine Tai akan mengadakan pembicaraan baru dengan Beijing di kemudian hari atas kegagalannya untuk menepati janji yang dibuat dalam kesepakatan perdagangan Fase 1 yang dibuat dengan mantan Presiden Donald Trump.

 

Dicetak ulang dari KONTAN, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest