
Seiring para investor yang tengah mengamati upaya baru dari pemerintah AS untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur distribusi 20% minyak mentah dunia, sebagian besar bursa saham di Kawasan Eropa dibuka dengan mencatat kenaikan tipis. Pan-European Stoxx 600 dibuka dengan kenaikan 0.2%, sementara indeks DAX Jerman naik tipis 0.2%, sedangkan indeks CAC 40 Perancis dan indeks FTSE 100 di Inggris masing-masing dibuka tidak berubah meskipun pasar Inggris ditutup terkait libur May Day dan awal musim semi.
Saham produsen mobil di Eropa diperkirakan akan mencatat penurunan antara 1.2% dan 2.2% setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu mengatakan bahwa pihaknya akan menaikkan tarif produk mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25%, dan terkait akan kebijakan tarif Trump ini, pihak Komisi Eropa mengatakan bahwa mereka masih mempertimbangkan berbagai opsi terkait kebijakan tersebut. Ancaman kenaikan tarif ini tetap muncul meskipun pihak Mahkamah Agung AS telah membatalkan sebagian besar agenda kebijakan tarif dari Trump pada bulan Februari lalu.
Awal pekan ini Presiden AS Donald Trump menyampaikan peluncuran "Project Freedom", sebuah rencana untuk membebaskan kapal-kapal yang tidak dapat melewati Selat Hormuz, yang rencananya akan melibatkan 15 ribu pasukan, sejumlah kapal perusak rudal serta 100 unit pesawat yang akan memandu kapal-kapal komersial melalui jalur pelayaran yang menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak mentah dunia.
Kekhawatiran Pasar Masih Tinggi
Sementara itu United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan pada pagi tadi, bahwa sebuah kapal telah terkena proyektil di sebelah Utara dari kota Fujairah di wilayah Uni Emirat Arab. Sedangkan Associated Press melaporkan bahwa Joint Maritime Information Centers mengatakan bahwa AS telah menetapkan wilayah Selatan di jalur pelayaran biasa sebagai zona keamanan yang ditingkatkan, serta meminta kapal-kapal untuk bekerja sama secara erat dengan pejabat Oman akibat tingginya volume lalu lintas yang telah diperkirakan.
Kekhawatiran atas terjadinya tekanan inflasi yang dipicu oleh sektor energi, serta sinyal mengenai bank sentral yang mungkin mempertimbangkan jalur kebijakan yang lebih agresif, telah memberikan kontribusi terhadap lonjakan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya memberikan tantangan di pasar saham global.
Terlepas dari semua itu, para analis terus melakukan pemantauan terkait lonjakan investasi secara besar-besaran di bidang artificial intelligence, yang hingga saat ini telah mencatat nilai hingga $751 milliar guna mendukung teknologi AI tersebut, yang mana besaran nilai investasi tersebut telah melampaui perkiraan awal di awal musim pendapatan triwulanan terbaru hingga sebesar $80 milliar dan tercatat sekitar 83% lebih tinggi dari pengeluaran di tahun 2025 lalu.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发