Rupiah Turun ke Rp17.370 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Kebijakan The Fed

avatar
· 阅读量 108

Rupiah Turun ke Rp17.370 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Kebijakan The Fed

Nilai tukar rupiah kembali melemah ke level Rp17.370 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi (30/4). Mata uang Garuda turun 44 poin atau sekitar 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, mencerminkan tekanan yang masih kuat dari faktor eksternal.

Meski sebagian besar mata uang Asia justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS, seperti yuan China, peso Filipina, yen Jepang, hingga won Korea Selatan, rupiah justru bergerak berlawanan dan tetap berada di zona merah. Di kawasan, hanya ringgit Malaysia yang ikut melemah. Pergerakan serupa juga terlihat pada mata uang negara maju yang cenderung bervariasi. Poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss menguat, sementara euro menjadi satu-satunya yang terkoreksi terhadap dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sentimen global yang kembali memanas. Investor masih mencermati ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah, khususnya soal kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, hasil pertemuan Federal Open Market Committee yang cenderung hawkish ikut mendorong penguatan dolar AS. Kondisi ini membuat mata uang emerging market, termasuk rupiah, semakin tertekan.

Faktor lain yang memperberat beban rupiah adalah kenaikan harga minyak dunia, setelah Donald Trump menyatakan akan tetap memblokade Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan nuklir dengan Iran.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, analis memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS dalam jangka pendek, dengan tekanan yang belum sepenuhnya mereda.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 1
avatar
Pusing

-THE END-

  • tradingContest