Weekly News Agrodana Futures Periode 6-10 Desember 2021

avatar
· 阅读量 320

Weekly News Agrodana Futures Periode 6-10 Desember 2021

 

What to Expect from OIL?

Agenda yang paling dinantikan minggu lalu adalah keputusan dari OPEC+ apakah mereka akan menghentikan atau tidak peningkatan produksi minyak bulanannya sebesar 400K bph. Dan akhirnya negara-negara anggota setuju untuk tetap dengan rencana semula sambil mempertahankan opsi untuk membalikkan keputusan itu jika diperlukan.

Saat harga minyak turun merespon keputusan tersebut, rincian selanjutnya muncul dan menenangkan ketakutan market terhadap OPEC+ yang dianggap mengabaikan varian Omicron. Pertama, OPEC+ berjanji akan bertemu kembali dengan cepat jika kondisi pasar berubah. Kedua, negara-negara yang sebelumnya telah memproduksi kuota mereka secara berlebih, akan mulai membatasi target produksi mereka yang akan datang untuk menyeimbangkan jumlah tahunan mereka. Hal ini berhasil membantu mendorong harga minyak bergerak naik lebih tinggi di akhir minggu.

Di sisi lain, Analis Komoditi Goldman Sachs tetap optimis harga minyak tetap bullish meskipun keputusan OPEC+ tetap pertahankan produksi 400K bph produksi gabungan bulan depan. Analis mengatakan mereka melihat risiko kenaikan yang sangat jelas dan memperkirakan harga minyak Brent di $85 di tahun 2023. Ini diakibatkan oleh produsen minyak AS yang kemungkinan akan terus berpegangan pada pendekatan kehati-hatian dan OPEC+ yang tetap terbuka untuk menyesuaikan produksi jika keadaan menjadi lebih serius. (oilprice)

Sensitivitas Pasar Saham Berlanjut, Omicron Effect!

S&P 500 diperdagangkan melemah cukup tajam karena investor terus mencermati risiko ekonomi dari varian virus corona omicron. Kasus varian omicron pertama di AS mengguncang pasar saham minggu lalu meskipun laporan mengatakan gejala yang ditimbulkan omicron cenderung ringan. Pembatasan perjalanan global akibat omicron telah memukul investasi di sektor perjalanan dan liburan, termasuk jalur pelayaran, maskapai penerbangan dan saham kasino.

Laporan Tenaga Kerja dan Kekhawatiran Inflasi

Di hari Jumat, Departemen Tenaga Kerja melaporkan ekonomi AS menambahkan pekerjaan hanya mencapai 210K di bulan November, sangat jauh dari perkiraan konsensus ekonom 573K pekerjaan. Sementara upah naik 4.8% dibanding tahun lalu, sehingga memicu kekhawatiran tentang inflasi lebih lanjut.

Perubahan Powell

Di hari Selasa lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Kongres bahwa ekonoi sangat kuat dan dia menghentikan kata “sementara” pada inflasi yang meningkat saat ini. Powell juga mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan segera membahas untuk mengakhiri pembelian aset bulanan senilai $120B, beberapa bulan lebih cepat dari yang direncanakan semula.

Omicron Menambah Ketidakpastian

Mark Zandi, kepala ekonom Moody’s Analytics, mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan seberapa parah dampak varian baru Omicron ini dampaknya. Rilis data di hari Jumat minggu lalu belum memperhitungkan aspek tersebut.

“Gelombang virus di masa depan pasti akan mengganggu pertumbuhan pekerjaan, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui seberapa parah itu tergantung pada ukuran dan tingkat keparahan gelombang,” katanya.

“Perasaan saya adalah bahwa kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh setiap gelombang baru virus akan berdampak sedikit dibanding sebelumnya, karena vaksin dan respons perawatan kesehatan lainnya menjadi lebih efektif, dan ekonomi menjadi lebih adaptif menghadapi gelombang.”

Sentimen Market Yang Sensitif

Para ilmuwan berlomba untuk menentukan apakah varian Omicron lebih menular dan dapat menghindari vaksin. Sementara Wall Street tidak tahu harus melakukan apa. Di sektor perjalanan, saham Delta Air Lines, maskapai penerbangan AS terbesar, anjlok lebih dari 7% di hari Rabu, meskipun kembali naik 9% di hari Kamis.

Penasihat investasi mengatakan kepala dingin harus menang saat ini, tapi pasar tetap rentan terhadap berita utama tentang dampak varian omicron pada kesehatan masyarakat atau ekonomi. Mark Hafele, kepala investasi di UBS Global Wealth Management mengatakan dirinya menyarankan pada invstor untuk menghindari penarikan tergesa-gesa dari aset berisiko yang dapat merusak return jangka panjang.

Data Ekonomi

Dalam seminggu ke depan, investor akan mendapatkan lebih banyak update data ekonomi. Di hari Selasa Zona Eropa merilis perkiraan pertumbuhan GDP zona Euro Q3 dan pada hari Jumat saat Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Desember.

 

 

Sumber: Agrodana Futures

 

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest